YANG PALING TINGGI
Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Al-Jumu'ah dan diriwayatkan pula oleh Ashhaabus Sunan, dari Nu'man Ibnu Basyir bahawa Rasulullah SAW membaca surah ini pada solat dua hari raya (Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha), pada raka'at pertama dan kedua dan juga dibaca pada hari Jumaat pada rakaat pertama dan Surah Al-Ghaasyiyah pada rakaat kedua.
POKOK-POKOK ISINYA :
Perintah Allah SWT untuk bertasbih dengan menyebut nama Nya. Nabi Muhammad SAW sekali-kali tidak lupa pada ayat-ayat yang dibacakan kepadanya. Tentang jalan orang-orang yang berjaya hidupnya dunia dan akhirat. Allah menciptakan, menyempurnakan ciptaan Nya dan menentukan kadar-kadar, memberi petunjuk dan melengkapi keperluan-keperluannya sehingga mencapai tujuannya.
Surah ini sebagaimana surah Makkiyyah lainnya, masih menekankan aspek akidah dan keimanan, hanya saja isinya sangat umum. Berisi tentang tanda-tanda kekuasaan dan keesaan Allah SWT serta membicarakan wahyu dan kitab serta suhuf yang diturunkan kepada para nabi. Juga disinggung mengenai nasib yang baik bagi orang yang suka menyucikan dirinya dengan amal kebaikan. Kerana tema besar surah ini adalah tasbih (penyucian). bahkan diawali dengan sebuah perintah "sabbih" (sucikanlah) Maha suci Allah dari segala tuduhan yang tidak benar.
PENGAJARAN
1. Surah ini menjelaskan tentang perintah Allah untuk bertasbih dengan menyebut nama Nya.
2. Allah SWT menciptakan, menyempurnakan ciptaan Nya, menentukan kadar-kadar kepada ciptaan Nya, memberi petunjuk dan melengkapi keperluan-keperluan dari ciptaan Nya sehingga mencapai tujuan mereka.
3. Nabi Muhammad SAW sekali-kali tidak akan lupa pada ayat-ayat yang dibacakan kepadanya.
4. Jalan-Jalan yang menjadikan manusia berjaya didalam kehidupannya di dunia dan akhirat.
HUBUNGAN DENGAN SURAH AL-GHAASYIYAH
Pada surah Al-A'laa diterangkan secara umum tentang orang yang beriman, orang yang kafir, syurga dan neraka. Kemudian dalam Surah Al-Ghaasyiyah dikemukakan kembali dengan cara yang lebih luas.
PENUTUP
Surah Al-A'laa mengemukakan sifat-sifat Allah SWT dan salah satu sifat nabi Muhammad SAW dan orang-orang yang akan mendapat kebahagiaan di akhirat.
Surah ini sebagaimana surah Makkiyyah lainnya, masih menekankan aspek akidah dan keimanan, hanya saja isinya sangat umum. Berisi tentang tanda-tanda kekuasaan dan keesaan Allah SWT serta membicarakan wahyu dan kitab serta suhuf yang diturunkan kepada para nabi. Juga disinggung mengenai nasib yang baik bagi orang yang suka menyucikan dirinya dengan amal kebaikan. Kerana tema besar surah ini adalah tasbih (penyucian). bahkan diawali dengan sebuah perintah "sabbih" (sucikanlah) Maha suci Allah dari segala tuduhan yang tidak benar.
PENGAJARAN
1. Surah ini menjelaskan tentang perintah Allah untuk bertasbih dengan menyebut nama Nya.
2. Allah SWT menciptakan, menyempurnakan ciptaan Nya, menentukan kadar-kadar kepada ciptaan Nya, memberi petunjuk dan melengkapi keperluan-keperluan dari ciptaan Nya sehingga mencapai tujuan mereka.
3. Nabi Muhammad SAW sekali-kali tidak akan lupa pada ayat-ayat yang dibacakan kepadanya.
4. Jalan-Jalan yang menjadikan manusia berjaya didalam kehidupannya di dunia dan akhirat.
HUBUNGAN DENGAN SURAH AL-GHAASYIYAH
Pada surah Al-A'laa diterangkan secara umum tentang orang yang beriman, orang yang kafir, syurga dan neraka. Kemudian dalam Surah Al-Ghaasyiyah dikemukakan kembali dengan cara yang lebih luas.
PENUTUP
Surah Al-A'laa mengemukakan sifat-sifat Allah SWT dan salah satu sifat nabi Muhammad SAW dan orang-orang yang akan mendapat kebahagiaan di akhirat.

No comments:
Post a Comment